About

The happiest people don't have the best of everything, they just make the best of everything
Enjoy your life... do the best & let God do the rest :)

Apakah Anda Mengawali Pagi Hari dengan Motivasi atau Kebiasaan?

Senin, 15 April 2013



"Motivation is what gets you started. 
Habit is what keeps you going."

Motivasi adalah apa yang membuat Anda mulai mengerjakan.
Kebiasaan adalah apa yang membuat Anda terus mengerjakannya.

Artinya : ketika kita termotivasi untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang, apa yang kita kerjakan berulang-ulang tersebut bisa berubah menjadi kebiasaan.

# Motivasi adalah apa yang membuat kita tetap melangkah maju. 
Ini adalah energi di dalam diri dan suara hati yang memberitahu kita untuk terus bergerak dan melakukan sesuatu, bahkan sesederhana seperti bangun tidur di pagi hari. Kita semua sepertinya harus tau (atau sudah tau) apa yang harus kita lakukan untuk mencapai apa yang kita inginkan, untuk berbahagia, hidup sehat dan sejahtera. Tetapi dalam kenyataannya, banyak sebagian besar dari kita tidak benar-benar melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

# Motivasi menentukan apakah kita akan membuat langkah pertama menuju kesuksesan.
Jika kita tidak pernah meninggalkan garis start, kita tidak akan pernah sampai ke garis finish. Bahkan selama prosesnya kita tetap membutuhkan motivasi untuk mencapai garis finish.

# Tanpa motivasi kita akan gagal
Yang paling buruk adalah ketika kita tidak termotivasi karena bersikap apatis dan tidak peduli apakah kita akan sukses ataupun gagal. Kita tidak akan berhasil meraih apapun karena tidak melakukan apapun.

# Motivasi adalah salah satu kata yang sangat mudah untuk diucapkan dan sangat mudah untuk dibahas terus-menerus, tapi tidak begitu mudah untuk didapatkan atau dipertahankan.
Sangatlah wajar apabila suatu ketika kita kehilangan motivasi, bahkan ketika motivasi itu tercetus dari dalam diri kita sendiri. Beberapa dari kita bahkan tidak cukup termotivasi, jadi kita perlu belajar dan terbiasa melakukan rutinitas tertentu setiap hari untuk mendapatkan motivasi. Setelah termotivasi, kita sebaiknya tetap melakukan rutinitas tersebut untuk mempertahankan dan menjaga motivasi kita.

# Motivasi adalah percikan semangat yang kita perlukan setiap hari untuk mengatur strategi dan mencapai tujuan di mana pun kita berada dan apa pun keadaan kita.
Saat kita memegang berbagai tanggung jawab seperti orangtua, pekerjaan, bisnis dan masih banyak lagi, kita mungkin membutuhkan lebih banyak percikan semangat untuk membuat kita terus maju dan menyelesaikan tugas/ pekerjaan. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa semakin sibuk seseorang, semakin termotivasi orang tersebut, karena ia sudah terbiasa melakukan berbagai hal. 


Jadi biarkan kita tetap termotivasi dan jadikan ini sebagai kebiasaan baik yang positif, untuk terus melangkah menggapai kesuksesan. Kita juga dapat membantu orang-orang di sekitar kita karena sikap positif ini dapat menular :D


Ayam atau Bebek

Minggu, 14 April 2013

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di tepi hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu bebek, Sayang,” kata si suami dgn disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.
“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu a-da-lah be-bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si suami berkata dengan gusar.
“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bueeee...bek, kamu... kamu...”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”
“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek ! :D

Story By Ajahn Brahm 




Put first Things First

Sabtu, 23 Maret 2013

Seorang dosen berdiri di depan kelas dengan batu-batu dengan berbagai ukuran di atas mejanya. Saat memulai kuliahnya, sang dosen mengambil sebuah ember plastik kosong dengan diameter 20 cm dan tinggi 20 cm. Lalu ia mengisi dengan batu yg hampir bulat dengan diameter 18 cm. Dan bertanya pada mahasiswanya, apakah ember ini sudah terisi penuh? Hampir serentak mahasiswanya menjawab bahwa ember sudah penuh.

Kemudian sang dosen mengambil batu-batu kerikil dan memasukkan ke dalam ember dan menggoyang-goyangkan ember tersebut, sehingga kerikil tadi mengisi sela-sela yg kosong dalam ember. Mahasiswanya tertawa.
“Apakah sekarang embernya sudah penuh?”, tanya sang dosen. Mahasiswanya setuju bahwa sekarang ember sudah penuh.

 

Dosen mengambil pasir dan memasukkan ke dalam ember dan mengoyang-goyangkannya hingga pasir itu mengisi sela-sela yg kosong dalam ember.

“Sekarang”, kata sang dosen, “Ini adalah gambaran kehidupan kita”.
“Ember ini adalah bagaikan ruang dalam kehidupan, batu besar ini adalah hal-hal utama dalam kehidupan kita seperti keluarga, pasangan, kesehatan, atau apapun yang ketika kita kehilangan hal itu kita merasa ada yang hilang dari dalam diri kita.”

“Kerikil-kerikil ini adalah hal-hal penting yang menunjang faktor utama dalam kehidupan. Misalnya, pekerjaan, rumah, mobil atau yang lainnya.”

“Pasir adalah hal-hal kecil dalam hidup dimana ketika kita tidak mendapatkannya, hidup kita tetap bisa berjalan normal. Misalnya, kesenangan dan lain-lain.”

“Ketika kita mengisi ember ini dengan kerikil dan pasir lebih dulu, maka tidak lagi tempat untuk batu yang besar. Sama dengan kehidupan ini, ketika kita mengisi hidup ini dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu maka tidak ada lagi ruang dalam kehidupan kita untuk hal-hal yang sangat penting.”

“Jadi, tentukan prioritas dalam hidup Anda. Buatlah hal-hal utama dalam hidup Anda sebagai prioritas yang pertama. Dan gunakan lebih banyak waktu dan tenaga Anda untuk mengejar prioritas pertama ini. Sisanya adalah untuk mengerjakan hal-hal kecil.

~ in memoriam Stephen R. Covey (October 24, 1932 – July 16, 2012) ~

Fakta Menarik Tentang Kopi

Jumat, 22 Maret 2013

Apakah Anda pencinta minuman kopi?
Kalau tidak minum kopi satu hari bisa pusing-pusing?
Berarti Anda sama seperti saya :)

Berikut ini beberapa fakta menarik tentang kopi, seperti dijelaskan dr I Made C. Wirawan, admin @blogdokter: 

  • Sebagian besar dari kita pernah minum kopi bahkan ada data yg menyebut tiga perempat dari orang dewasa adalah peminum kopi. Tiga perempat dari orang dewasa adalah peminum kopi dan setengahnya meminum kopi setiap hari.

  • Walau memiliki segudang manfaat, kopi juga memiliki beberapa risiko terhadap kesehatan sehingga tetap tidak boleh diminum berlebihan.  Bila Anda peminum kopi maka dianjurkan untuk membatasi minum kopi sebanyak dua sampai tiga cangkir sehari. 

  • 'Ground coffee' kira kira mengandung 115 mg kafein dalam setiap cangkirnya.  Sedangkan kopi instan mengandung sekitar 65 mg kafein dalam setiap cangkirnya.

  • Terdapat sekitar 25 jenis tanaman kopi utama dan kesemuanya berasal dari Afrika khususnya Ethiopia.  Walau baunya tidak sama, tanaman kopi masih ada hubungan saudara dengan tanaman gardenia yakni sama-sama berasal dari keluarga Rubiaceae.

  • Minum kopi terlalu banyak dapat meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah dalam periode yang singkat.

  • Minum kopi secara rutin dapat mencegah penyakit batu empedu. Minum kopi secara teratur juga dapat menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

  • Kopi bersifat asam dan tidak bagus untuk gigi, kurangi efek asamnya kopi bagi gigi dengan segera berkumur dengan air setelah minum kopi. Hindari minum kopi menggunakan sedotan karena kopi lebih kencang menerjang gigi sehingga berisiko merusak gigi.

  • Kandungan antioksidan pada kopi sangat tinggi dan hanya bisa disaingi oleh buah kurma.

  • 'Decaffeinated coffee' adalah istilah utk kopi yg tanpa kafein walau sejatinya masih ada kafeinnya walau kadarnya sangat rendah.

  • Minum kopi secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit parkinson.

  • Minum kopi secara rutin dapat menurunkan risiko terkena dementia atau penyakit pikun.

  • Minum kopi secara rutin dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, gangguan irama jantung dan bahkan stroke. Kopi memang ada berita baik dan berita buruknya namun untuk sementara berita baiknya lebih dominan.  Namun jangan senang dulu, kopi hanya menurunkan risiko bbrp penyakit tadi dan belum terbukti dapat mencegahnya.

  • Terdapat lebih dari 15 studi besar yg menyebut kopi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Kopi mengandung mineral kromium dan magnesium yang membantu mengoptimalkan fungsi insulin mengatur kadar gula darah. Jadi, manfaat kopi dlm menurunkan risiko diabetes tipe 2 bukan karena kafeinnya tapi krn antioksidan dan kandungan mineralnya.  Sayangnya, walau tinggi kadar antioksidannya namun minum kopi belum terbukti dapat meningkatkan kadar antioksidan di dalam darah.

  • Kopi memang dapat menaikkan tekanan darah saat meminumnya serta meningkatkan kadar adrenaline dlm darah.

  • Selain menurunkan risiko diabetes tipe 2, kopi juga menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

  • Kopi dapat menurunkan risiko kanker khususnya kanker liver dan sirosis.

  • Utk ibu hamil, minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin. Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein melebihi 200mg/hari atau 350 ml kopi/hari.

  • Secangkir kopi mengandung sekitar 7 kalori, bila ditambahkan satu sendok teh gula, jumlah kalorinya menjadi 30 kalori.

  • Kopi bersifat diuretik ringan artinya minum kopi dapat menyebabkan Anda sering buang air kecil.

  • Kopi juga bersifat asam sehingga bisa menyiksa lambung bila Anda memiliki riwayat penyakit maag.

  • Quinines adalah antioksidan yg terdapat pada biji kopi dan antioksidan ini makin aktif setelah biji kopi dibakar.

  • Trigonelline adalah kandungan antikuman pada biji kopi yang selain memberi aroma sedap pada kopi juga dapat mencegah gigi berlubang.
  • Kopi dapat menstimulasi otak dan sistem saraf pusat sehingga dapat dipakai mengurangi rasa letih dan meningkatkan performa fisik.

  • Kandungan kafein pada kopi tergantung dari cara memperlakukan biji kopi, ukuran cangkir dan cara menyeduhnya.

  • Gelisah, berdebar-debar, nadi cepat, tidak bisa tidur adalah gejala kelebihan kafein.

  • Selain risiko meningkatnya tekanan darah, kopi juga berisiko menyebabkan osteoporosis. 

  • Agar aman dan bisa menikmati manfaatnya, minumlah kopi sewajarnya atau maksimal dua cangkir setiap hari.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Think Before You Speak

Senin, 10 Desember 2012


Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.
Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"
"Tunggu sebentar," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

Filter pertama adalah KEBENARAN.
"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?"
"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu."
"Baik," kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.

Filter ke 2, KEBAIKAN.
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?"
"Tidak, malah sebaliknya..."
"Jadi," Socrates melanjutkan, "Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.

Filter ke 3, KEGUNAAN.
Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?"
"Tidak, sama sekali tidak."
"Jadi," Socrates menyimpulkannya, "bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya...??"
Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat.

Penting bagi setiap dr kita, gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar sesuatu. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, maka tidak perlu kita terima. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain...

Anak Tidur Siang... Perlu Gak Yaaa?

Jumat, 07 Desember 2012


Geregetaaaan... makin hari Annabel tidur siangnya makin susah... maeeeen terus... energinya emang Alkaline kok anak ini :D Tapi kalo gak tidur siang, ntar sore menjelang malam pasti sudah ngantuk... dan sudah bisa dipastikan, tidur siang yang terlambat mengakibatkan tidur malam juga terlambat. Tidur malam terlambat akibatnya gak bisa bangun pagi. Seperti lingkaran setan ( -_-") duuuh *sambil garuk-garuk kepala...
Sebenernya kalau malam tidurnya terlambat, Annabel tetep bisa dibangunkan pagi-pagi, tapi yang ada anaknya lemes & gampang rewel... jadi nggak tega deh :P

Sooo... kalo gak tidur siang, kira2 pengaruhnya apa ya ke Annabel? Apalagi Annabel masih 2 thn... masih balita... Eh waktu googling, ternyata nemu banyak artikel yang mengarahkan, bahwa tidur siang terutama pada balita itu memang perlu :P 
Berikut rangkumannya :

Perlukah anak tidur siang?
Tidur siang itu ternyata penting, karena tidur siang membantu perkembangan psikologis anak. Perilaku anak yang tidak tidur siang lebih signifikan mengalami gejala hiperaktif, gelisah dan depresi. 
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan tidur siang:
1. Mengembalikan kondisi fisik dan mental.
2. Mudah berkonsentrasi.
3. Mudah berkomunikasi dan menangkap pembicaraan.
4. Mudah beradaptasi.

Beberapa orang tua mengganggap bahwa jika anak tidur siang, akan mempengaruhi waktu tidur malamnya. Ini ada benarnya, karena anak memang memiliki kebutuhan total waktu tidur.
·         Usia 1 sampai 3 tahun  
Balita umumnya butuh tidur 10 sampai 13 jam, termasuk tidur siang 1 sampai 3 jam. Hindari anak tidur sejenak sebelum 
jam tidur malamnya, karena akan membuatnya sulit tidur.
·         Usia 3 sampai 5 tahun 
Balita seumur ini, butuh tidur 10 sampai 12 jam sehari. Biasanya masih membutuhkan tidur siang, namun jika tidak memungkinkan, anak Anda butuh tidur malam lebih awal.
·         Usia 5 sampai 12 tahun 
Anak seumur ini, butuh tidur 10 sampai 11 jam sehari. Anak dapat tidur siang 1-2 jam, untuk menghilangkan rasa lelah setelah beraktivitas di sekolah.

Jika anak tidur siang terlalu lama, maka jam tidur malamnya akan berkurang. 
Namun tanpa tidur siang, anak akan cenderung menjadi rewel berkepanjangan, kurang konsentrasi, susah bergaul. 
Anak yang rajin tidur siang, akan lebih tenang dan nyenyak saat tidur dimalam hari, sementara anak yang jarang tidur siang dan sangat kelelahan, justru akan sering terbangun dimalam hari.

Jadi... apakah anak memang harus tidur siang?
Sebaiknya iya, namun bagi anak usia sekolah, pada prinsipnya tidur siang bukan keharusan. Tidak disarankan bila anak mulai tidur pukul 18.00 sore. Sebab, waktu tidur siang yang terlalu dekat dengan waktu tidur malam akan membuat anak tidak siap untuk tidur kembali. Setelah terbangun badannya kembali segar dan tidak bisa tidur malam tepat waktu, akibatnya, keesokan harinya sulit bangun.
Sebaiknya tetapkanlah waktu tidur siang yang teratur, agar pembiasaan semacam itu akan memudahkan anak "menyetel" jam biologisnya. Kalau sudah terbiasa, tanpa disuruh pun anak akan pergi tidur dengan sendirinya

Kualitas tidur saat tidur siang juga berpengaruh. Anak yang tidak tenang saat tidur siang, justru akan merasa lelah saat bangun tidur. Karena itu usahakan agar anak juga mendapatkan kualitas tidur siang yang baik. 


  • Biarkan anak beraktivitas aktif (minimal 1jam) sebelum tidur siang, bila sudah lelah, mulai rewel atau menggosok-gosok matanya, segera ajak anak berbaring di tempat tidurnya.
  • Bila anak sulit tidur, terutama pada balita 3thn ke atas yang lebih suka bermain daripada tidur, berikan dia buku cerita dan biarkan dia bermain dengan tenang di ranjang, sampai tertidur dengan sendirinya.
  • Bagi sebagian anak, musik, cahaya yang redup dan cerita pendek dapat menjadi penghantar tidur yang baik. Jaga agar suhu kamar tetap sejuk dan tenangkan seluruh kondisi rumah.

sumber :
http://meetdoctor.com/article/porsi-tidur-anak-sesuai-dengan-usianya
http://www.ibudanbalita.com/diskusi/pertanyaan/56/Bagaimana-mengatasi-anak-sulit-tidur-siang-
http://bpt.sragenkab.go.id/berita/2011/06juni/anaktidursiang.html
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/ajak.balita.tidur.siang/001/001/1479/50/-/4
http://www.tabloid-nakita.com/read/163/haruskah-tidur-siang

Sudah SMART-kah GOAL-mu?

Senin, 03 Desember 2012


Setiap orang pasti punya hal-hal yang ingin dicapai dalam hidupnya. Ada impian-impian yang ingin digapai, entah besar maupun kecil.

Untuk memperbesar kemungkinan kita mencapai tujuan maupun impian itu, ada satu tool manajemen yang bisa kita pakai. Semuanya bermula dari Goal Setting alias penentuan tujuan itu sendiri.
Ini bisa diungkapkan dalam satu kalimat, "GOAL kita harus SMART".
SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Relevant & Time-bound.

Kita bedah satu persatu yuk:

Specific
Goal kita harus spesifik, tidak terlalu umum.
Goal yang spesifik pada umumnya mampu menjawab lima pertanyaan (5W):
  • What: apa yang ingin Anda capai?
  • Why: mengapa Anda ingin mencapainya, apa tujuan atau keuntungan dari pencapaian tujuan ini?
  • Who: siapa yang terlibat?
  • Where: di mana?
  • Which: persyaratan & batasan-batasannya 

Measurable
Istilah ini menekankan perlunya kriteria yang konkret untuk mengukur pencapaian goal kita.
Dengan kata lain, goal kita harus terukur.

Goal yang terukur pada umumnya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:
  • Seberapa besar?
  • Seberapa banyak?
  • Kapan saya akan tahu kalau goal ini sudah tercapai?

Attainable
Goal kita harus realistis dan bisa dicapai, artinya tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Pada saat Anda mengidentifikasi goal apa yang paling penting bagi Anda, Anda akan mulai menemukan cara untuk menjadikannya kenyataan.
Anda akan mengembangkan sikap, kemampuan, skill dan kemampuan finansial untuk mencapainya.
Teori mengatakan, goal yang "attainable" akan membuat orang menemukan peluang-peluang untuk membawa mereka lebih dekat pada pencapaian tujuannya.

Supaya bisa menjadi realistis, goal harus mewakili sebuah tujuan yang MAU dan BISA Anda kerjakan.
Goal bisa saja cukup tinggi tapi realistis. Anda adalah satu-satunya orang yang bisa menentukan, seberapa tinggi goal Anda.

Percaya atau tidak, goal yang tinggi seringkali lebih mudah dicapai daripada goal yang rendah.
Ini karena goal yang rendah menggunakan kekuatan motivasi yang rendah pula.
Beberapa goal tersulit yang pernah Anda capai sebenarnya terlihat mudah karena dikerjakan penuh cinta :)

Goal yang "attainable" akan menjawab pertanyaan:
  • How: Bagaimana goal ini bisa dicapai?

Relevant
Goal seorang manajer bank untuk "menjual 50 potong ayam bakar pada jam 4 sore" mungkin Specific, Measureable, Attainable dan Time-bound, tetapi tentunya tidak Relevant.
Seringkali Anda membutuhkan dukungan untuk mencapai tujuan: sumber daya, dukungan moral, atau seseorang yang bisa mengatasi rintangan.
Goal yang relevan dengan atasan Anda, team Anda atau organisasi Anda akan mendapatkan dukungan.
Goal yang sejalan dengan goal orang lain juga bisa dianggap sebagai goal yang relevan.

Goal yang relevan dapat menjawab "Ya" untuk pertanyaan-pertanyaan:
  • Apakah ini cukup berarti?
  • Apakah ini waktu yang tepat?
  • Apakah ini sesuai dengan  upaya/kebutuhan orang lain?
  • Apakah Anda orang yang tepat?


Time-Bound
Goal harus ada tenggat waktunya.Tanpa tenggat waktu, tidak ada "sense of urgency".
Bila Anda ingin bobot Anda turun 10 kg, kapan ingin itu tercapai?
"Kapan-kapan", tidak akan membuat program Anda berhasil :)
Tapi, bila Anda memberikan tenggat waktu, "1 Februari", alam bawah sadar Anda akan mulai bekerja dan dapat akhirnya tujuan Anda akan tercapai.


Goal yang "time-bound" akan menjawab pertanyaan-pertanyaan:
  • When? Kapan?
  • Apakah yang bisa saya lakukan 6 bulan dari sekarang?
  • Apakah yang bisa saya lakukan 1 minggu dari sekarang?
  • Apakah yang bisa saya lakukan sekarang?

So, sudah SMART-kah GOAL-mu?



sumber:
http://topachievement.com/smart.html
http://en.wikipedia.org/wiki/SMART_criteria
http://learnthat.com/2010/03/setting-smart-goals/

Jika anak dibesarkan...

Sabtu, 01 Desember 2012

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mengasihi.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi.
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan kasih dalam kehidupan.
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar damai dengan pikiran.

~ Dorothy Law Nolte ~

 
Novy Binarti © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting, Forum Jual Beli and Business Solutions